MATA SULSEL, MAKASSAR – KALLA mendorong penguatan peran perempuan dalam dunia kerja melalui program Level Up Kartini SheLeads yang dikemas dalam kegiatan Kartini Talks bertajuk “Beyond Capability: Rethinking How Women Choose, Prioritize, & Live”.
Kegiatan tersebut digelar di Creative Innovation Space (CIS) Wisma Kalla, Selasa (21/4/2026), sebagai bagian dari peringatan Hari Kartini.
Kegiatan ini menghadirkan Founder Insight Sinergi Talenta, Fauziah Zulfitri, yang membahas pentingnya keberanian perempuan dalam menentukan pilihan karier serta mengambil peran strategis dalam organisasi.
Diskusi tersebut juga menyoroti tantangan perempuan dalam menyeimbangkan karier dan kehidupan personal.
Dalam pemaparannya, Fauziah menyampaikan data World Economic Forum yang menunjukkan bahwa representasi perempuan pada level pimpinan tertinggi masih tergolong rendah secara global.
Posisi direksi perusahaan masih didominasi laki-laki, meskipun perusahaan yang inklusif terbukti memberikan ruang lebih besar bagi perempuan untuk masuk dalam jajaran top management.
“Tim dengan leadership yang inklusif akan memiliki performa 17% lebih baik. Perusahaan dengan keberagaman gender yang tinggi juga memiliki peluang hingga 25% lebih besar outperform secara finansial,” sebut Oci, sapaan karib Fauziah.
Ia menilai, perempuan memiliki keunggulan alami seperti ketelitian dan kepekaan yang dapat memberikan nilai tambah dalam pengambilan keputusan bisnis.
Menurutnya, karakter tersebut justru menjadi kekuatan penting dalam menjaga keberlanjutan organisasi.
“Ketelitian dan kepekaan sangat diperlukan untuk menentukan nasib dan kelanjutan sebuah bisnis. Untuk itu, mulai sekarang, jangan pernah melihat sisi femininnya kita atau gender kita sebagai sebuah kelemahan. Jangan beranggapan bahwa saya perempuan, maka saya terbatas. Itu hanyalah persepsi saja,” tegas Fauziah.
Ia juga menyoroti konsep caring leadership yang menekankan pendekatan humanistik dalam kepemimpinan.
Pendekatan tersebut dinilai relevan dengan karakter kepemimpinan perempuan yang mengedepankan empati dan sensitivitas terhadap tim.
“Siapa yang punya itu secara naluriah? Kitalah sebagai perempuan karena kita dilahirkan dengan insting yang jauh lebih baik dari laki-laki,” imbuhnya.
Selain itu, Fauziah mengingatkan bahwa perempuan yang memilih berkarier harus siap menghadapi konsekuensi, terutama dalam menjaga keseimbangan antara pekerjaan dan kehidupan pribadi.
Tantangan tersebut, menurutnya, perlu dihadapi dengan strategi yang matang agar perempuan tetap mampu berprestasi di tempat kerja sekaligus berperan dalam keluarga.
“Konsekuensi ketika memilih untuk berkarier ialah hidup kita akan menghadapi tantangan dalam menjaga keseimbangan. Sebagai perempuan, tantangannya dua kali lipat. Tantangan itulah yang menjadi konsekuensi yang harus kita hadapi karena kita sudah memilih,” tuturnya.
Sebagai bagian dari rangkaian peringatan Hari Kartini, KALLA juga menghadirkan kegiatan bertema kebersamaan bagi karyawan perempuan melalui fun match padel bertajuk Kartini On Court yang akan digelar di COPA Grounds pada Sabtu, 25 April 2026.
Selain itu, KALLA turut menghadirkan mirror selfie spot challenge yang mengajak karyawan mengunggah foto atau video melalui akun @lifetakalla. Tiga pemenang dalam tantangan tersebut akan mendapatkan hadiah e-wallet senilai Rp250.000.
Melalui rangkaian kegiatan Level Up Kartini SheLeads, KALLA berharap dapat mendorong perempuan untuk terus berkembang, mengambil peran strategis, serta berkontribusi dalam membangun bisnis yang inklusif dan berkelanjutan. (*)

Tinggalkan Balasan